Dari tanggal 10 sampe tanggal 12 Desember 2007, anak-anak SMA St. Theresia kelas II mengikuti acara dengan tema "Learn from Nature" sebagai pengganti acara "Live-in" yang dibatalin karena masalah persiapan yang minim dan kurangnya dana. Berikut cerita-cerita selama tiga hari dua malam di Bumi Mandiri Center (BMC), Sukabumi.
HARI PERTAMA
Subuh-subuh jam enam pagi anak-anak udah ngumpul di SMA St. Theresia. Dengan membawa perasaan masing-masing, kita semua siap mengikuti acara di BMC. Karena jarak yang lumayan jauh, sekitar jam 11 kita baru nyampe di BMC.
Acara dimulai dengan penyambutan dari pihak BMC dan penyerahan tanggung jawab dari pihak sekolah. Ga lama kemudian, kita langsung ikut kegiatan perengggangan dan pembagian kelompok. Dari sinilah segala keseruan, kegilaan, dan segalanya dimulai.
Gwe tergabung dalam satu kelompok yang kemudian dinamakan kelompok HUJAN. Kelompok ini diketuai oleh bdig, dengan anggota fiona, nia, loretta, jojo, devin, valdy, yoga, christa, maria, juwi, jeli, tjota, vina, dan gwe sendiri. Oh iya, ada juga pembina aneh, gokil, tapi bae bernama KA Adi.
Awalnya, gwe ga bs ngebayangin kelompok ini bakal jadi apa. Maklum, gwe ga gtu kenal ama anggotanya coz uda kepisah gtu di IPA n IPS. Yang pasti, gwe lumayan seneng karna gwe masi satu kelompok ma nia n fiona yang emang uda lama gwe kenal. Tapi, ternyata semuanya berjalan jauh dari perkiraan.
Acara selanjutnya adalah bermain kapal perang. Pas maen kapal perang, kelompok hujan jadi juru kunci, maklum, kita semua kagok gtu pas nama kelompok kita dipanggil, trus kalah. Nyaris ga ada cerita seru pas kegiatan ini. Malah, sebenernya kebersamaan nyaris blom kerasa. Yang lucu, ada yang nyebut nama payung pas maen kapal perang. Kontan kelompok kita ngakak, coz sbenernya kita semper mo pake nama payung buat nama kelompok, terinspriasi dari lagu ella-ellanya rihanna. Gila, kog bs ada yang teriak "Payung"!
Berikutnya, kita dikasih waktu istirahat coz mo basah-basahan ke sungai. Di sungai, kita ngikutin kegiatan yang dinamain "Bio Indicator", yaitu kegiatan mengukur kebersihan sungai. Kebersihan sungai ditentuin dari adanya biota laut yang tahan maupun ga tahan terhadap tingkat kebersihan air sungai tertentu. Dengan hebatnya, kita nemuin 14 macem binatang laut. Busyett! Yang laen paling dapet dibawah 10 gtu. Sbenernya, ga tau juga kita bener ga nentuin nama binatang sungainya, coz banyak yg mirip-mirip. Berdasarkan data yang kita dapetin, kita berhasil dapet nilai 94! Trus karena dibagi 14 (jumlah jenis hewan yang kita nemuin), nilai kebersihan sungai cuman 6.4 yang artinya kebersihan sungai ada pada tingkat "agak bersih sampe bersih". Di kegiatan ini kita uda mulai ngerasa kebersamaan antar kelompok, coz kita semua dituntut untuk bareng-bareng ngelewatin arus sungai yang deres n dingin, ditambah dengan banyaknya anggota kelompok yang takut ama hwan laut yang mirip serangga. Hal lucu yang gwe temuin di kegiatan ini adalah: pertama, gwe ngeliat manusia bernama Christa yang sangatamat rentan, kena air dikit kebawa arus, udah kaya kertas aja! Kedua, gwe ngeliat nia yang klo panik aneh. Bayangin, gara-gara hampir kebawa arus, dia refleks ngelembar semua barang bawaannya! Ga tau deh maksudnya apa.
Selanjutnya, kita semua bareng-bareng bikin bubur kertas. Kegiatan ini sebenernya cuman ngerobekin kertas, karena aplikasi dari bubur kertasnya baru dipake besoknya. Di kegiatan ini, loretta menjadi "bintang". dengan keahliannya yang menunjukkan seolah-olah dia adalah pembuat bubur kertas, dia berhasil membuat kelompok hujan berjaya dengan potongan kertasnya yang sangat bagus!
Acara selanjutnya dilakukan sehabis kita bersih-bersih alias mandi. Lalu, kita baru bikin kipas dari bambu. Sebagai gambaran, kipas yang kita buat itu kipas yang biasa dipake penjual sate. Karena ada kakak pembimbing yang salah ngajarin, kipas gwe bentuknya mendekati persegi panjang dan sangatamat kecil. Kesimpulannya, kipas gwe gagal! Yang lucu, si fiona dengan "otak dagangnya" masih bisa-bisanya mikir buat ngejual kipas bambu buat anak anak-anak SMA ST. Theresia! Aneh!
Dan malampun tiba. Artinya acara selanjtnya adalah safari malam. Kegiatan ini nyaris mirip jurit malam, tapi kita ga ditakut-takutin ama para pembina, karena mereka berkilah bahwa lawan kita itu alam sendiri! Emang, ga ditakutinpun medan temput kita lumayan menyeramkan. Yang bikin gila, kegiatan ini dilakukan pas lagi hujan dan gwe baru aja minjemin jas hujan gwe ke amel, temen gwe yang kecil sekali. Alhasil, gwe, fiona, n christa maen air hujan sampe basah kuyup. Dengan semangat kelompok Hujan yang menyakini diri masing-masing bahwa kita selalu dilindungi hujan, kita bertiga berhasil sampe tujuan dan tidur dengan nyenyak. Kegiatan kelompok hujan di hari pertama selesai. Kita semua tidur dengan nyenyak.
HARI KEDUA
Kegiatan di hari kedua dimulai dengan acara pagi yang membosankan. Kita ngikutin permainan pagi yang kayak anak kecil, padahal kita semua masih kebawa mimpi. Trus kita langsung makan, dan siap bertempur lagi!
Acara selanjunya adalah bikin bubur kertas yang kemarennya udah direndam. Pas acara ini, kita kedatangan manusia baru bernama Hindri, sehingga kelompok kita berjumlah enam belas. Dengan semangat menggebu, kita berhasil membuat enam belas kertas daur ulang yang masing-masing diperuntukkan buat anggota kelompok hujan!
Nyaris tanpa istirahat, kita langsung ngikituin acara agro activities, yakni kegiatan yang behubungan dengan urusan pertanian. Agro activities ini dibagi jadi beberapa kegiatan, dan yang bertama kita dapetin itu kegiatan buat gula nira. Kegiatan buat gula nira ini berlangsung sangat cepat, sehingga kita langsung bisa ke kegiatan kedua.
Kagiatan kedua di agro activitis itu menanam tanaman terong. Kita diajarkan untuk menanam tanaman dengan bantuan pupuk kandang. Walaupun agak jijik, kita semua berhasil menanam tanaman terong itu. Ya, moga-moga tiga bulan lagi tanaman terong kelompok kita bener-bener tumbuh semua ya! Lagi, si loretta kembali menjadi bintang. Dengan modal ajaran nyokapnya tentang penanaman tanaman, dia berhasil menanam tiga tanaman terong! WOW!
Selanjutnya, kita beralih ke kegiatan pemijahan ikan. Pemijahan adalah istilah reproduksi khusus untuk ikan. Di kegiatan ini, kita diperlihatkan mengenai pembuahan eksternal pada ikan.
Sampai kegiatan ini, klita semua berpikir bahwa hari ini ga bakwl hujan, karena udara sangat panas.
Dengan segera, kita langsung ke tempat pemerahan susu sapi. Hampir setiap anak kelompok hujan berani mencoba memerah susu sapi. Caranya adalah melumurkan tangan dengan mentega, lalu dengan segera menarik tempat susu sapi betina, dan air susupun keluar! Yang lucunya, pas gwe nyoba merah susu sapi, sapinya marah, mungkin karna cara gwe salah. Untungnya gwe ga ditendang tuh sapi, tapi si sapi langsung berak, dan gwe serta loretta menjadi korbannya. Karena kesigapan kita berdua, kita cuman kena beraknya sedikit. Tapi, berak tetaplah berak. Jijik!
Karena itu, sebelum kita semua membuat telor asin, kita berdua langsung cari sabun membersihkan diri. Pada acara pembuatan telor asin, gwe nyaris ga ngapa-ngapain, karna jumlah telor asinnya cuman sedikit! Anggota kelompok gwe laennya bekerja dengan giat, mulai dari pembuatan adonan dari garam dan abu gosok, sampe pengosokan telur bebek sehingga pori-porinya terbuka, dan rasa asin dari adonan dapat masuk ke telor bebek. Moga moga telor asin kita jadi ya!
Selanjutnya, kami semua dikasih waktu istirahat. Saat istirahat, kita semua diguyur hujan yang sangat lebat yang berlangsung sampe malem hari.
Karena males ngikutin acara selanjutnya yang harius kotor-kotoran, anak-anak cowok di kamare gwe berencara untuk pura-pura tidur. Tetapi, dengan gelagat kita yang mungkin agak aneh, para pembina berhasil "menangkap" kita. Gwe sih ga sedih-sedih amat, karna gwe juga pengen ngikutin acara itu.
Acara berikutnya adalah kegiatan di sawah. Pertama-tama kita mulai menanam padi, dilanjutkan dengan membajak sawah, dan mencari ikan. Di kegiatan ini, gwe bisa digolongkan gagal. Bentuk kegagalan gwe diantaranya taneman padi yang gwe tanem sangatamat buruk, dan gwe gagal emnagkap satu pun ikan.
Selanjutnya, kita semua diberi suguhan budaya berupa pencak silat. Setelah melihat contoh dari anak-anak masternya pencak silat, tiap kelompok ditugaskan untuk membuat pencak silat-nya masing-masing. Karna sang ketua menginginkan para pria yang tampil, gwe dengan terpaksa dan tanpa kemampuan itut tampil. Padahal, ada loretta dengan kemampuan pencak silatnya yang didasarkan dari pengalamannay bermaein karate. Yang lucun, dengan segala optimisme, kita dengan sukarela tampil kedua. Bahkan, sebenernya kita rela tampil pertama! Huh, sungguh banci tampil kelompok hujan ini!
Puncak acara adalah api unggun! Ini adalah kegiatan wajib di tiap acara menginap bersama. Gwe sendiri udah ngerasa senang sekaligus sedih, karna itu adalah malam terakhir. Di acara ini, kita nyanyi bersama, makan jagung dan ikan bersama, terus disuruh tidur. Tapi jujur, gwe ga terlalu ngerasa perpisahan segera tiba kaca acara-acara biasanya.
Di kamar masing-masing, sebelum tidur kita semua "menggelar" kartu sampe tengah malam, baru tidur. Huh, sungguh hari yang mengesankan!
HARi KETIGA
Ini adalah hari terakhir di BMC. Acara pertama itu pergi ke sekolah, ngasih buku-buku buat anak-anak disana. Pemandangan yang sungguh kontras gwe liat. Banyak anak-anak yang kesekolah tanpa sepatu, padahal mereka bersekolah di gedung sekolah yang sebagian telah direnovasi. Dari situ kita melihat adalnya pembangunan yang tidak merata di desa!
Acara yang paling ditunggu di hari terakhir adalah outbound. Yang pertama adalah bermain fireman, yakni permainan yang menuntut kerja sama antar peserta untuk mematikan lilin dengan kondisi mata tertutup. Di kegiatan ini, kelompok hujan berhasil dengan baik karena dukungan antar anggota.
Disinilah gwe merasakan indahnya bersama kelompok hujan, dan mulai merasa sedih untuk meninggalkan kelompok ini. Sungguh, sampai sekarang gwe sangatamat rindu kelompok ini!
Berikutnya adalah kegiatan flying-fox, kegiatan wajib buat acara-acara outbound. Kecuali valdy dan yoga, kita semua berhasil melewati tantangan ketinggian ini. Sebelum ke acara selanjutnya, kita semua membuat acara sendiri untuk bermain di sungai.
Yang paing menegangkan tiba. Kegiatan ebrikutnya adalah monkey-bridge, yakni kegiatan menyebrangi sungai dengan bantuan tali. Karena gwe adalah orang yang optimistik, gwe berani mencoba kegiatan ini. Di tengah jalan, gwe baru sadar bahwa kegiatan ini adalah kegiatan tersulit yang mungkin ga akan bisa gwe lewati. Tetapi, dengan dukungan anggota kelompok gwe yang luar biasa, gwe berhasil! Sungguh seperti keajaiban. Akhirnya, kami menjadi kelompok yang sangat sukses karna kami semua berhasil, kecuali valdy dan yoga yang memang tidak mencoba. Hujan kembali berjaya!
Kegiatan outbound penutup adalah menaiki sampan. Karena gwe ga punya persediaan celana, gwe ga berani ikut kegiatan ini. Di kegiatan ini, kami, para cowok-cowok hujan yang ga ngikutin acara ini, kecuali jojo, harus menunjukkan penghormatan luar biasa kepada cewek-cewek hujan yang perkasa. Salute!
Akhirnya, acarapun selesai. Perasaan sedih kembali menghampiri. Tetapi, semua kisah pasti ada akhirnya. Kegiatan kita sampai disini. Sebelum pulang, kelompok hujan melakukan foto bersama sebagai tanda kenangan. Untuk teman-teman hujan, gwe sangat berterimakasih kepada kalian yang membuat kegiatan ini sungguh bermakna. Kapan-kapan reuni ya!
tomheno, ditulis untuk teman-teman semuanya, khusunya para penggila hujan dari kelompok hujan.
Kamis, 13 Desember 2007
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar