Countdown menuju penyelesaian ulum uda gwe rasain sejak kemaren.
Hari ini gwe dengan santainya belajar agama (walaupun sangat susah!) n komputer tentunya.
Sebenernya semuanya biasa aja setiap belajar agama. Selalu gwe males, berasa ga penting, n akhirnya membuat berbagai pertanyaan yang udah lama gwe pikirin tentang teologi menyeruak lagi.
Apa artinya agama dibuat?
Apa gunanya orang menjadi terlalu terpaku terhadap agama, padahal realita tidak bisa selalu dikaitkan dengan agama?
Apakah keyakinan gwe bahwa "Tuhan itu Ada" masih belum cukup di mata agama?
Haruskah gwe menjadi budak agama, yang selalu terpaku kepada doa-doa klise dimanapun gwe berada?
Ya, selalu saja pertanyaan sama.
Pertanyaan yang ga pernah bisa dijawab.
Sekalipun dijawab, gwe masih ga pernah puas.
Akhirnya, gwe jadi berpikir: "Apakah gwe harus belajar teologi untuk menentukan dimana kebenaran berada?"
tomheno, ditulis sambil menunggu kiriman file visual basic dari seorang sahabat
Minggu, 02 Desember 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
Yahh, emang sejak kapan belajar agama asik? Tapi munculnya pertanyaan kayak gitu bukan sesuatu hal yang aneh, coz gw jg uda lama mikirin itu.
Apa artinya agama dibuat? Apakah agama dibuat karena untuk menyelamatkan? Ataukah agama berguna sebagai pembenaran dalam mempertahankan kekuasaan? Gw terkadang mikir, jangan-jangan agama itu ada agar kita mau mempertimbangkan moral dalam melakukan sesuatu, agar kita bisa memiliki kehidupan yang baik, untuk menciptakan suatu utopia di bumi. Atau agar kita memiliki harapan bahwa seandainya kita meninggal, kita tidak lantas meninggal begitu saja, tetapi kita beralih ke kehidupan yang lebih tinggi. Karena pada umumnya, kita sangatlah sulit melepaskan diri dari dunia material ini. Siapakah yang ingin kehilangan saudara, keluarganya, hartanya, kebahagiannya?
Apa sih hal yang paling penting dalam agama? Percaya. Dan apa yang dimaksudkan dengan percaya? Meyakini semua yang menjadi doktrin agama tanpa mempertanyakan segala hal. Ada 2 jawaban. Pertama, kita tidak bisa memahami. Bagaimana seekor semut dapat memahami cara membuat pesawat terbang? Bagaimana kita yang hanya manusia seperti ini bisa memahami semua rahasia agama? Kedua, karena keyakinan itulah yang dibutuhkan agar orang tidak terpaku pada akal sehat belaka. Karena bila orang tidak memiliki keyakinan, bagaimana orang bisa percaya pada agama yang sedemikian abstrak? Sejak dulu, agama seringkali dipakai untuk menjawab apapun yang tidak bisa dijawab sains. Seperti di atas langit ada surga. Tetapi sejak ditemukan teropong, apakah ahli astronomi menemukan surga di atas sana?
Dan lu ga harus menjadi budak agama, karena kebebasan untuk memilih apa yang lu mau percaya ada di tangan lu. Kalo lu rasa ga ada yang bisa dipercaya, ikuti saja itu. Mungkin lu percaya hidup hanyalah seperti ini saja. Tapi kebebasan ini tak dapat mengubah mengenai apa yang baik dan buruk.
Kalo lu mau mencari kebenaran, jangan dicari dengan menjawab pertanyaan seperti itu. Soalnya lu ga bakal mendapatkan apa-apa. Yang lu perlu lakukan adalah hidup, menjadi orang baik, berbuat baik ke orang lain, hingga saat detik terakhir hidup, lu bisa bilang : gw puas dengan hidup gw. Karena emang itulah tujuan agama, dimana yang penting adalah bagaimana mencapai tujuan.
Posting Komentar